Redam Gelombang Kedua COVID-19

Pertama Menteri Boris Johnson minta masyarakat Inggris pada Selasa (22/9) untuk kerja di rumah.

Tetapi, PM Johnson disampaikan tidak memberitahukan untuk mengaplikasikan lockdown sama seperti yang telah diresmikan pada Maret 2020.

Oleh karena itu bila kita dapat batasi, atau meredam dengan pas, contact sosial, ialah yang kami usahakan untuk dilaksanakan,” tuturnya.

Inggris diketahui mempunyai jumlah kematian karena Virus Corona COVID-19 paling besar di Benua Eropa, serta paling besar ke-5 di dunia.

Beberapa salah satunya masuk babak uji medis, serta ada yang disepakati.

Ketentuan baru itu akan batasi industri perhotelan dengan cuma sediakan service tamu di meja, berdasar hukum.

Kecuali ketentuan kerja di dalam rumah, PM Johnson minta semua pub, bar, restoran, serta perhotelan yang lain di semua Inggris untuk tutup operasionalnya jam 10 malam mulai 24 September kedepan.

Kecuali PM Johnson, Sekretaris Kabinet Inggris Inggris, Michael Gove bahkan memberikan dukungan pemberlakuan ketentuan kerja di dalam rumah.

“Salah satu perihal yang akan kami tegaskan ialah jika sangat mungkin buat orang untuk kerja di rumah, kami akan menggerakkan mereka untuk melakukan,” kata Gove ke Sky News.

Tetapi, PM Johnson disampaikan tidak memberitahukan untuk mengaplikasikan lockdown sama seperti yang telah diresmikan pada Maret 2020.

Oleh karena itu bila kita dapat batasi, atau meredam dengan pas, contact sosial, ialah yang kami usahakan untuk dilaksanakan,” tuturnya.

Inggris diketahui mempunyai jumlah kematian karena Virus Corona COVID-19 paling besar di Benua Eropa, serta paling besar ke-5 di dunia.

Beberapa salah satunya masuk babak uji medis, serta ada yang disepakati.

Leave a Reply

Your email address will not be published.