Suntikan Modal ke BUMN

Suntikan Modal ke BUMN Rp 42,38 Triliun Bisa Bantu Pemulihan Ekonomi Nasional

Suntikan Modal ke BUMN Rp 42,38 Triliun Bisa Bantu Pemulihan Ekonomi Nasional –

Sembilan Tubuh Usaha Punya Negara (BUMN) akan mendapatkan suntikan dari pemerintahan sejumlah Rp 42,38 triliun. Suntikan itu berbentuk Pelibatan Modal Negara (PMN) yang akan dicairkan untuk 2021.

Direktur Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Isa Racmatawarta menjelaskan, pemberian PMN tahun depannya ke BUMN dikerjakan selaku modalitas perbaikan perekonomian nasional. Pemberian PMN MPO Slot Online tertuang dalam Ketentuan Pemerintahan (PP), selaku program kelanjutan perbaikan perekonomian.

“Pemberian PMN adalah langkah untuk perbaikan perekonomian kita,” dalam dialog virtual di Jakarta, Jumat (6/11/2020).

Pemerintahan pengin BUMN jadi sehat serta terjebak aktif dan berpatisipasi dalam menghidupkan ekonomi nasional. Dengan suntikan modal itu, diinginkan BUMN membuat lapangan pekerjaan serta jalankan aktivitas usaha yang berpengaruh majemuk atau multiplier effect.

Direktur Kekayaan Negara Dipisah (KND) Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kemenkeu Meirijal Nur menambah, peruntukan bujet PMN di 2021 akan dikasih ke sembilan BUMN.

Pertama dikasih ke PT PLN (Persero) capai sejumlah Rp 5 triliun. Bujet itu nanti akan dipakai untuk permodalan infrastruktur ketengalkstrikan untuk transmisi, gardu induk, serta distrbusi listrik pedesaan.

“Ini untuk penuhi keperluan listrik yang belum dapat dijangkau listrik,” ucapnya.

Seterusnya, PMN dikasih ke PT Hutama Kreasi sejumlah Rp 6,2 triliun. Bujet itu akan diprioritaskan ke lanjutan pembangunan infrastruktur jalan tol Trans Sumatera (JTTS) untuk tiga batas tol.

“Lanjutan infrastruktur dalam Tol Trans Sumatera, tiga batas tol harus dituntaskan agar dapat dilewatin mobil ke beberapa kota sumatera. Mimpi dari ujung ke ujung sumatra tersambungkan. Proses setahap kita beri ke Hutama Kreasi,” terang ia.

Selanjutnya, PT SMF jadi salah satunya yang terima PMN dari pemerintahan. Tentang hal bujet yang diberi capai Rp 2,25 triliun yang akan dipakai untuk memberikan dukungan penyedaiaan dana murah periode panjang ke penyalur KPR FLPP.

Tidak itu saja, pemerintahan membagikan PMN keapda BPUI sejumlah Rp 20 triliun, Pelindo II Rp 1,2 triliun, ITDC Rp 470 miliar, Teritori Industri Wijayakusuma Rp 997 miliar, PT PAL Rp 1,2 triliun, serta Indonesia Eximbank Rp 5 triliun.

Kementerian Energi serta Sumber Daya Mineral (ESDM) serta PT PLN (Persero) tengah menggodok peringkasan kelas kelompok konsumen setia listrik rumah tangga non-subsidi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *